IMPIAN HARUS TERTULIS DAN DI IKRARKAN


Sebelum penulis menjelaskan lebih jauh terkait judul diatas, penulis ingin bertanya terlebih dahulu kepada pembaca yang budiman. Apakah Anda memiliki impian menjadi orang sukses?. Jika jawabannya YA, maka Anda harus menuliskan impian Anda dengan menggunakan kata-kata positif, bukan dengan menggunakan kalimat negative, seperti “jangan” “tidak” dan “dilarang”. Mengapa impian harus dituliskan dengan kata-kata positif? karena, kata-kata punya kekuatan yang mampu mengubah impian jadi kenyataan. Merubah sesuatu yang abstrak menjadi nyata. Mengubah sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Kata-kata yang keluar dari mulut merupakan cerminan dari sistem berfikir. Sistem berfikir merupakan cerminan tujuan, arah hidup, cita-cita dan gambaran kita sendiri untuk menjadi sesuatu atau untuk meraih sesuatu.

Normant Vincent peale berkata; “Cobalah anda beri sugesti bahwa anda akan kalah, lalu anda yakinkan diri anda sendiri bahwa hal itu akan terjadi. Hasilnya, Anda pasti benar-benar kalah”. Biasanya mereka yang takut gagal adalah karena mereka telah mengatakan kata-kata negatif atau kata-kata kegagalan dan sikap tidak percaya diri. akibatnya mereka lebih memilih untuk tidak berbuat apa-apa.

Sudahkah anda menuliskan impian yang anda inginkan? menuliskannya di buku atau di kertas HVS A4 lalu ditempel di depan pintu kamar orang tua agar setiap kali orang tua masuk kedalam kamarnya selalu membaca dan mendoakan agar impian kita segera tercapai. Atau menempelkannya di majalah dinding yang ada dikamar kita sendiri agar hal itu menjadi sumber energi tatkala kita lupa, tatkala semangat kita kendor.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yale University, alumni yang menuliskan impiannya, setelah 20 tahun mempunyai kekayaan rata-rata 3X lebih banyak daripada yang tidak menuliskannya.

“Banyak Orang yang mempunyai impian, 97% menyimpannya dalam angan-angan, 3% menuliskannya secara rinci. Itulah mengapa jumlah orang sukses di dunia hanya 3%. (Rockeffeler).

Selain tertulis impian pun harus dikrarkan. Anda pernah mendengarkan kisah seorang tukang becak yang bisa menunaikan ibadah haji yang pernah di muat di salah satu media massa? jika belum, begini ceritanya “ ada seorang tukang becak yang mempunyai impian ingin menunaikan ibadah haji, setiap hari jumat tukang becak tersebut selalu menggratiskan pada setiap orang yang menumpangi becaknya. Setiap kali penumpang akan membayar ia selalu menolak dan berkata “Hari jumat adalah hari pengabdian ku kepada masyarakat. Tolong doa kan saya agar bisa menunaikan Ibadah haji”. Suatu ketika ada orang kaya dari Jakarta yang menumpangi becak tersebut, setelah sampai pada tempat yang dituju penumpang itu membayar ongkos dan seperti biasa tukang becak tersebut menolak dan berkata “Hari jumat adalah hari pengabdian ku kepada masyarakat. Tolong doa kan saya agar bisa menunaikan Ibadah haji” kontan saja penumpang itu terperanjat. Alangkah mulianya impian tukang becak ini, ia bergumam dalam hati. Lalu ia bertanya “betul bapak ingin menunaikan ibadah haji”. “Ia pak” jawab tukang becak itu dengan mantap. “sudah punya ongkos?”Tanya kembali penumpang tersebut. “belum pak” jawab tukang becak dengan wajah malu. “kalau begitu besok bapak daftar, biarkan saya yang membayar semua biayanya” sahut penumpang itu. Akhirnya impian bapak itu pun terwujud.

Dari kisah diatas, satu hal yang dapat kita petik hikmahnya yaitu mengikrarkan mimpi, mengikrarkan berarti menceritakan kepada orang lain dan meminta orang lain itu mendoakan impian kita. Penulis sangat yakin, semakin banyak orang yang mendoa kan maka akan semakin cepat impian itu akan terwujud. Mengikrarkan berarti membuat jaringan/networking, siapa tahu ada orang yang akan membantu mewujudkan impian. Sukses tidak hanya ditentukan oleh skill/ kemampuan yang kita miliki. Ada empat hal yang menjadi kunci, yaitu

1. Sencerity / Kesungguhan

2. Networking / Jaringan

3. Skill / Kemampuan

4. God / Tuhan

Jaringan yang banyak hanya bisa didapatkan dengan adanya interaksi yang intensif, interaksi yang harmonis dengan orang lain, semisal dengan mengirimkan SMS “ass pak bgm kabarnya?,sudah lama tak jumpa.smoga Allah memberikan kemudahan segala urusan bapak”. Hanya dengan mengirim SMS seperti itu padahal nilai SMS itu mungkin hanya Rp 100., tetapi efek yang ditimbulkan sangat luar biasa yaitu hubungan anda akan tetap terjalin dengan harmonis dan itu sangat berarti bagi yang dikirimi karena merasa ada sahabat yang selalu mengingat dia.

Memiliki seribu teman masih terasa kurang, tetapi memiliki satu musuh terasa banyak dan hidup terasa sempit. muncul ketakutan, takut dipukul dari belakang disaat kita sedang berjalan, takut orang yang dimusuhi itu membawa teman-teman mereka lalu menghajar hingga babak belur. Ciptakanlah jaringan sebanyak-banyaknya, tidak pandang bulu apakah orang kaya atau orang miskin, karena setiap orang memiliki kelebihan dan keistimewaan tersendiri.

CHANDRA

* Penulis adalah Trainer dari LIFE INSTITUTE

HP. 085 2221 92947

email:chandra_kimura@plasa.com

0 komentar: